Kesan Untuk Indonesia (sesi #1)
kenapa di setiap sudut negara ini banyak sampah?, baik di jalan raya, depan rumah, kebun, dan seterusnya...
kenapa Indonesia tidak bisa sebersih negara-negara lain? contohnya: Korea, Jepang, Singapura, Dll.
kalau diperhatikan kesan pertama melihat negara-negara tersebut meskipun dalam gambar atau video, tidak tampak sekali sampah berserakan dijalan raya, di depan rumah, ditaman-taman.
Alangkah apiknya penduduk negara tersebut merawat kebersihan lingkugannya
tidak seperti dinegara kita ini, cerminan negara ini mungkin saja berantakan; baik karena sampah, tata letak tempat tinggal, tempat usaha, dan lain sebagainya.
suatu hari saya pernah melihat film televisi yang di tayangkan di stasiun televisi paling populer di negeri ini; saya melihat filem tersebut mengajarkan kita untuk membuang sampah sembarangan.
Pada adegan film tersebut ada dua orang yang sedang bercengkrama, salah seorang dalam film tersebut raut wajahnya nampak kesal cemberut, karena dia merasa diperlakukan tidak adil dalam lingkungan keluarganya, karea itu dia kesal dengan saudaranya yang diperlakukan berbeda dari dirinya, kemudian teman yang satunya lagi membujuknya supaya jangan cemberut atau marah kemudian dia memberikan kembang gula atau permen, setelah diambil permennya mereka berdua langsung mengupas plastik pembungkus permen tadi... ironisnya tanpa mereka sadari mereka membuang begitu saja bungkus permen tersebut ketempat yang tidak seharusnya alias buang sembarangan ck..ck..ck.. seolah-olah sang sutradaranya sendiripun memrintahkan sang pemain melakukan adegan makan permen dan plastiknya di buang di sembarang tempat.
kronologi film diatas mencerminkan atau sengaja mendidik para penontonnya buanglah sampah dimana saja terselah anda, padahal flem tersebut termasuk dalam kategori.. bisa dibilang harus rapi lah, setidaknya meskipun adegan tersebut dalam situasi adegan ngelawak (komedi) sutradara harus memperhatikan detail kecil seperti itu.
saya sering menonton acara televisi luarnegeri contohnya acara televisi jepang yaitu NHK word namastasiunnya silahkan anda lihat program-program yang menayangkan adventure atau menjelajahi negara jepang, menayangkan keadaan geografi negeri sakura tersebut, biasanya ada host yang memandu acara tersebut. si host mengajak penontonnya mengelilingi pedesaan disana. yang saya kagumi sitiap lokasi dari sudut kesuduk tampak besih sekali, dan rapih. saya membayangkan kalau indonesia seperti itu, tidak hanya warganya saja yang senang, bahkan orang yang datang atau turis berkunjung ke indonesia pasti mereka betah walaupun berpanas-panasan karena iklim indonesia sedikit panas
dari tulsan diatas saya menduga mungkin kesadaran setiap individu atau warganya sendiri yang sangat kurang akan pentingnya kebersihan lingkungan. dibenak saya untuk jajanan anak yang berkemasan plastik itu di bantai, atau ditiadakan, setidaknya di perkecil skalanya, atau solusi lainya penjualannya hanya di tempat-tempat tertentu, begitu juga si pembelinya itu (anak-anak)harus dididik keras agar jangan membuang sampah sembarangan. bila perlu setiap sudut tempat dipasang tempat sampah untuk menanggulanginya bila cara sebelumnya kurang berhasil,
tulisan ini akan berlanjut pada sesi berikutnya
kenapa Indonesia tidak bisa sebersih negara-negara lain? contohnya: Korea, Jepang, Singapura, Dll.
kalau diperhatikan kesan pertama melihat negara-negara tersebut meskipun dalam gambar atau video, tidak tampak sekali sampah berserakan dijalan raya, di depan rumah, ditaman-taman.
Alangkah apiknya penduduk negara tersebut merawat kebersihan lingkugannya
tidak seperti dinegara kita ini, cerminan negara ini mungkin saja berantakan; baik karena sampah, tata letak tempat tinggal, tempat usaha, dan lain sebagainya.
suatu hari saya pernah melihat film televisi yang di tayangkan di stasiun televisi paling populer di negeri ini; saya melihat filem tersebut mengajarkan kita untuk membuang sampah sembarangan.
Pada adegan film tersebut ada dua orang yang sedang bercengkrama, salah seorang dalam film tersebut raut wajahnya nampak kesal cemberut, karena dia merasa diperlakukan tidak adil dalam lingkungan keluarganya, karea itu dia kesal dengan saudaranya yang diperlakukan berbeda dari dirinya, kemudian teman yang satunya lagi membujuknya supaya jangan cemberut atau marah kemudian dia memberikan kembang gula atau permen, setelah diambil permennya mereka berdua langsung mengupas plastik pembungkus permen tadi... ironisnya tanpa mereka sadari mereka membuang begitu saja bungkus permen tersebut ketempat yang tidak seharusnya alias buang sembarangan ck..ck..ck.. seolah-olah sang sutradaranya sendiripun memrintahkan sang pemain melakukan adegan makan permen dan plastiknya di buang di sembarang tempat.
kronologi film diatas mencerminkan atau sengaja mendidik para penontonnya buanglah sampah dimana saja terselah anda, padahal flem tersebut termasuk dalam kategori.. bisa dibilang harus rapi lah, setidaknya meskipun adegan tersebut dalam situasi adegan ngelawak (komedi) sutradara harus memperhatikan detail kecil seperti itu.
saya sering menonton acara televisi luarnegeri contohnya acara televisi jepang yaitu NHK word namastasiunnya silahkan anda lihat program-program yang menayangkan adventure atau menjelajahi negara jepang, menayangkan keadaan geografi negeri sakura tersebut, biasanya ada host yang memandu acara tersebut. si host mengajak penontonnya mengelilingi pedesaan disana. yang saya kagumi sitiap lokasi dari sudut kesuduk tampak besih sekali, dan rapih. saya membayangkan kalau indonesia seperti itu, tidak hanya warganya saja yang senang, bahkan orang yang datang atau turis berkunjung ke indonesia pasti mereka betah walaupun berpanas-panasan karena iklim indonesia sedikit panas
dari tulsan diatas saya menduga mungkin kesadaran setiap individu atau warganya sendiri yang sangat kurang akan pentingnya kebersihan lingkungan. dibenak saya untuk jajanan anak yang berkemasan plastik itu di bantai, atau ditiadakan, setidaknya di perkecil skalanya, atau solusi lainya penjualannya hanya di tempat-tempat tertentu, begitu juga si pembelinya itu (anak-anak)harus dididik keras agar jangan membuang sampah sembarangan. bila perlu setiap sudut tempat dipasang tempat sampah untuk menanggulanginya bila cara sebelumnya kurang berhasil,
tulisan ini akan berlanjut pada sesi berikutnya